Lompat ke konten

SOAL KELOMPOK MATA KULIAH LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Tema: METODE PENCATATAN INVESTASI SAHAM

Petunjuk: Kerjakan seluruh soal secara sistematis. Tunjukkan seluruh perhitungan, jurnal, dasar pengakuan, serta analisis dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Soal 1 — Metode Ekuitas dan Akuisisi Bertahap

PT Alpha membeli 30% saham PT Beta pada 1 Januari 2025 seharga Rp3,6 miliar dan memperoleh pengaruh signifikan. Pada 1 Juli 2025, PT Alpha membeli tambahan 25% saham PT Beta seharga Rp3,5 miliar sehingga kepemilikannya menjadi 55% dan memperoleh pengendalian.

Pada tanggal 1 Juli 2025, nilai wajar aset bersih PT Beta adalah Rp12 miliar, sedangkan nilai bukunya Rp10 miliar. Selisih tersebut berasal dari tanah yang memiliki nilai wajar Rp2 miliar lebih tinggi daripada nilai buku. Tanah tidak disusutkan.

Laba PT Beta selama 2025 adalah Rp2,4 miliar dan dibagikan dividen Rp800 juta.

Diminta: 1) Tentukan metode pencatatan investasi sebelum dan sesudah pengendalian diperoleh. 2) Hitung nilai tercatat investasi sebelum akuisisi tambahan. 3) Hitung laba/rugi akibat remeasurement kepemilikan 30%. 4) Hitung goodwill atau keuntungan pembelian dengan diskon. 5) Buat jurnal eliminasi konsolidasi per 31 Desember 2025. 6) Jelaskan pengaruh transaksi terhadap laba konsolidasian.

Soal 2 — Metode Biaya vs Metode Ekuitas

PT Garuda memiliki 40% saham PT Merpati yang diperoleh seharga Rp8 miliar. PT Merpati memiliki laba bersih Rp3 miliar dan membagikan dividen Rp1 miliar selama tahun berjalan.

Manajemen PT Garuda selama ini mencatat investasi menggunakan metode biaya, meskipun memiliki pengaruh signifikan.

Pada akhir tahun diketahui terdapat transaksi penjualan persediaan dari PT Garuda kepada PT Merpati sebesar Rp1,5 miliar dengan laba Rp300 juta. Sebesar 40% persediaan tersebut masih dimiliki PT Merpati.

Diminta: 1) Hitung nilai investasi menurut metode biaya. 2) Hitung nilai investasi menurut metode ekuitas. 3) Hitung bagian laba investor. 4) Hitung laba yang belum direalisasi dari transaksi upstream. 5) Tentukan jurnal penyesuaian yang diperlukan apabila laporan konsolidasi disusun. 6) Analisis perbedaan laba bersih dan saldo investasi antara kedua metode.

Soal 3 — Investasi 80% tetapi Menggunakan Metode Ekuitas

PT Nusantara membeli 80% saham PT Sejahtera seharga Rp16 miliar. Pada tanggal akuisisi, ekuitas PT Sejahtera terdiri atas modal saham Rp10 miliar dan saldo laba Rp5 miliar. Nilai wajar tanah lebih tinggi Rp2 miliar daripada nilai bukunya.

Selama tahun berjalan, PT Sejahtera memperoleh laba Rp4 miliar dan membayar dividen Rp1 miliar.

PT Nusantara mencatat investasinya menggunakan metode ekuitas dalam laporan keuangan tersendiri.

Diminta: 1) Hitung nilai tercatat investasi PT Nusantara pada akhir tahun. 2) Hitung goodwill. 3) Tentukan bagian laba PT Nusantara. 4) Tentukan kepentingan nonpengendali. 5) Buat jurnal eliminasi investasi terhadap ekuitas PT Sejahtera. 6) Jelaskan mengapa saldo akun investasi tidak boleh langsung digunakan sebagai pengganti proses eliminasi dalam laporan konsolidasi.

Soal 4 — Transaksi Downstream dan Upstream

PT Induk memiliki 75% saham PT Anak. Selama tahun 2025 terjadi transaksi: PT Induk menjual persediaan kepada PT Anak sebesar Rp2 miliar dengan laba Rp400 juta. Pada akhir tahun, 30% persediaan tersebut masih belum terjual kepada pihak eksternal.

PT Anak menjual persediaan kepada PT Induk sebesar Rp1,2 miliar dengan laba Rp240 juta. Sebesar 25% persediaan tersebut masih berada di gudang PT Induk.

PT Anak memperoleh laba sebelum memperhitungkan transaksi antarperusahaan sebesar Rp3 miliar.

Diminta: 1) Hitung laba belum direalisasi dari transaksi downstream. 2) Hitung laba belum direalisasi dari transaksi upstream. 3) Tentukan bagian laba yang harus dieliminasi. 4) Tentukan dampak eliminasi terhadap kepentingan nonpengendali. 5) Buat jurnal eliminasi konsolidasi. 6) Analisis perbedaan perlakuan downstream dan upstream terhadap NCI.

Soal 5 — Metode Ekuitas dengan Perbedaan Nilai Wajar dan Nilai Buku

Pada 1 Januari 2025, PT A membeli 70% saham PT B seharga Rp14 miliar. Nilai buku aset neto PT B adalah Rp16 miliar, sedangkan nilai wajarnya Rp19 miliar.

Perbedaan nilai wajar terdiri atas: Persediaan Rp1 miliar dan seluruhnya terjual selama 2025; Mesin Rp2 miliar dengan sisa umur manfaat 5 tahun.

PT B memperoleh laba bersih Rp5 miliar dan membayar dividen Rp1,5 miliar.

PT A menggunakan metode ekuitas untuk mencatat investasi.

Diminta: 1) Hitung excess fair value atas nilai buku. 2) Hitung penyesuaian laba PT B akibat fair value adjustment. 3) Hitung bagian laba PT A. 4) Hitung saldo investasi PT A pada 31 Desember 2025. 5) Hitung goodwill. 6) Buat jurnal eliminasi konsolidasi. 7) Jelaskan mengapa laba menurut metode ekuitas berbeda dengan laba yang dilaporkan PT B.

Soal 6 — Perubahan Kepemilikan dan Kehilangan Pengendalian

PT Holding memiliki 80% saham PT Anak dengan nilai tercatat investasi Rp20 miliar. Pada 1 Juli 2025, PT Holding menjual 50% dari kepemilikannya sehingga kepemilikan tersisa 40%.

Nilai wajar imbalan yang diterima adalah Rp13 miliar. Nilai wajar 40% saham yang masih dimiliki adalah Rp10,5 miliar. Nilai buku aset neto PT Anak pada tanggal kehilangan pengendalian adalah Rp24 miliar.

Diminta: 1) Tentukan apakah PT Holding masih memiliki pengendalian setelah transaksi. 2) Hitung keuntungan atau kerugian pelepasan. 3) Hitung nilai investasi yang tersisa. 4) Tentukan metode pencatatan setelah kehilangan pengendalian. 5) Buat jurnal pelepasan investasi. 6) Analisis dampaknya terhadap laporan laba rugi konsolidasian.

Soal 7 — Soal Integratif: Metode Biaya, Ekuitas, dan Konsolidasi

PT Prima memperoleh 65% saham PT Sekunder pada 1 Januari 2025 dengan harga Rp26 miliar. Nilai buku ekuitas PT Sekunder sebesar Rp35 miliar, sedangkan nilai wajarnya Rp40 miliar.

Selisih nilai wajar terdiri dari: Tanah Rp3 miliar; Bangunan Rp2 miliar dengan sisa umur 10 tahun.

PT Sekunder memperoleh laba Rp6 miliar dan membayar dividen Rp2 miliar.

PT Prima mencatat investasi menggunakan metode biaya. Selain itu, PT Prima menjual barang kepada PT Sekunder dengan laba Rp500 juta, dan 40% barang masih berada pada PT Sekunder pada akhir tahun.

Diminta: 1) Hitung goodwill. 2) Hitung saldo investasi menurut metode biaya. 3) Hitung saldo investasi jika metode ekuitas digunakan. 4) Hitung laba investasi menurut metode ekuitas. 5) Hitung unrealized profit. 6) Buat jurnal koreksi dari metode biaya ke metode ekuitas. 7) Buat jurnal eliminasi konsolidasi. 8) Hitung laba bersih konsolidasian yang berasal dari PT Sekunder. 9) Hitung NCI. 10) Jelaskan mengapa laporan konsolidasian tetap harus menggunakan prosedur eliminasi meskipun induk menggunakan metode ekuitas.

Soal 8 — Soal Kasus Sangat Sulit: Akuisisi Bertahap + Metode Ekuitas + Transaksi Antarperusahaan

PT Investama membeli 25% saham PT Anak pada 1 Januari 2024 seharga Rp5 miliar dan menggunakan metode ekuitas. Pada 1 Januari 2025, PT Investama membeli tambahan 45% saham dengan harga Rp11 miliar sehingga kepemilikan menjadi 70%.

Pada 1 Januari 2025, nilai buku aset neto PT Anak adalah Rp15 miliar, sedangkan nilai wajarnya Rp20 miliar. Selisih tersebut terdiri atas: Persediaan Rp1,5 miliar, seluruhnya terjual pada 2025; Tanah Rp2 miliar; Peralatan Rp1,5 miliar dengan umur manfaat 5 tahun.

Nilai wajar kepemilikan 25% yang telah dimiliki sebelum akuisisi tambahan adalah Rp6 miliar.

Selama 2025 PT Anak memperoleh laba Rp5 miliar dan membayar dividen Rp1 miliar.

Selain itu, PT Investama menjual persediaan kepada PT Anak dengan laba Rp600 juta. Pada akhir tahun, 50% persediaan tersebut masih belum dijual kepada pihak luar.

Diminta: 1) Hitung nilai tercatat investasi 25% sebelum akuisisi tambahan. 2) Hitung keuntungan/kerugian remeasurement atas kepemilikan lama. 3) Tentukan nilai wajar aset neto PT Anak. 4) Hitung goodwill atau bargain purchase. 5) Hitung penyesuaian fair value terhadap laba PT Anak. 6) Hitung laba PT Anak yang dapat diatribusikan kepada induk. 7) Hitung laba yang belum direalisasi dari transaksi antarperusahaan. 8) Hitung NCI akhir tahun. 9) Buat seluruh jurnal eliminasi konsolidasi. 10) Susun laporan posisi keuangan konsolidasian secara ringkas. 11) Susun laporan laba rugi konsolidasian secara ringkas. 12) Jelaskan perbedaan antara metode biaya, metode ekuitas, dan prosedur konsolidasi dalam kasus tersebut. 13) Identifikasi minimal 5 kesalahan akuntansi yang dapat terjadi apabila PT Investama tetap menggunakan metode biaya setelah memperoleh pengendalian. 14) Analisis bagaimana kesalahan tersebut memengaruhi aset, liabilitas, ekuitas, laba bersih, goodwill, dan NCI.

Bagikan:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x