Petunjuk: Kerjakan setiap soal secara sistematis. Tunjukkan seluruh perhitungan, jurnal, serta dasar analisis akuntansi yang digunakan.

SOAL 1 — Investasi Saham dengan Pengaruh Signifikan dan Metode Ekuitas
PT Arunika membeli 30% saham PT Bintang pada 1 Januari 2026 dengan harga Rp9.600 juta. Pada tanggal tersebut, ekuitas PT Bintang terdiri atas modal saham Rp20.000 juta dan saldo laba Rp10.000 juta. Nilai wajar beberapa aset PT Bintang berbeda dengan nilai bukunya:
• Tanah: nilai buku Rp4.000 juta, nilai wajar Rp6.000 juta.
• Mesin: nilai buku Rp8.000 juta, nilai wajar Rp6.000 juta. Sisa umur ekonomis 5 tahun.
• Persediaan: nilai buku Rp3.000 juta, nilai wajar Rp3.600 juta dan seluruh persediaan terjual selama 2026.
Selama 2026, PT Bintang memperoleh laba bersih Rp5.000 juta dan membagikan dividen Rp2.000 juta. Pada akhir tahun, PT Arunika menjual 10% kepemilikannya kepada investor lain seharga Rp4.200 juta.
Diminta:
1. Tentukan apakah PT Arunika memiliki pengaruh signifikan.
2. Hitung goodwill atau bargain purchase.
3. Hitung bagian laba PT Arunika dengan mempertimbangkan penyesuaian nilai wajar.
4. Hitung nilai tercatat investasi sebelum dan sesudah pelepasan 10%.
5. Buat jurnal yang diperlukan.
6. Analisis dampak transaksi terhadap laba rugi PT Arunika.
SOAL 2 — Investasi Saham dan Perubahan Persentase Kepemilikan
PT Cakrawala memiliki investasi 40% saham PT Delta yang dicatat menggunakan metode ekuitas. Pada 1 Januari 2026, nilai tercatat investasi sebesar Rp18.000 juta.
Pada 1 Juli 2026, PT Cakrawala membeli tambahan saham PT Delta sebesar 15% dengan membayar Rp8.500 juta sehingga kepemilikannya menjadi 55%.
Pada tanggal tersebut, nilai wajar aset neto PT Delta adalah Rp48.000 juta, sedangkan nilai tercatatnya Rp42.000 juta. Selisih tersebut terutama berasal dari tanah yang belum direalisasi.
Diminta:
1. Jelaskan perlakuan akuntansi ketika kepemilikan meningkat dari 40% menjadi 55%.
2. Tentukan kapan PT Cakrawala mulai memiliki pengendalian.
3. Hitung nilai wajar kepemilikan sebelumnya.
4. Hitung goodwill yang timbul pada tanggal memperoleh pengendalian.
5. Tentukan keuntungan atau kerugian akibat pengukuran kembali investasi sebelumnya.
6. Jelaskan bagaimana transaksi tersebut memengaruhi laporan keuangan konsolidasian.
SOAL 3 — Investasi Saham melalui Akuisisi Bertahap
PT Elang membeli 10% saham PT Fajar pada 1 Januari 2025 seharga Rp2.500 juta. Investasi tersebut diklasifikasikan sebagai investasi yang diukur pada nilai wajar.
Pada 1 Januari 2026, PT Elang membeli tambahan 25% saham PT Fajar dengan harga Rp8.000 juta sehingga kepemilikan menjadi 35%. Nilai wajar investasi 10% yang telah dimiliki sebelumnya pada tanggal tersebut adalah Rp3.400 juta.
Pada 1 Juli 2026, PT Elang kembali membeli 30% saham PT Fajar seharga Rp10.500 juta sehingga kepemilikannya menjadi 65%.
Nilai wajar aset neto PT Fajar pada 1 Juli 2026 adalah Rp30.000 juta.
Diminta:
1. Tentukan perlakuan akuntansi investasi pada setiap tahap.
2. Hitung keuntungan/kerugian pengukuran kembali investasi yang telah dimiliki sebelum memperoleh pengaruh signifikan.
3. Hitung keuntungan/kerugian pengukuran kembali investasi ketika memperoleh pengendalian.
4. Hitung goodwill pada tanggal pengendalian diperoleh.
5. Jelaskan perbedaan perlakuan antara tahap 10%, 35%, dan 65%.
6. Susun jurnal utama untuk setiap tahap.
SOAL 4 — Investasi Saham, Transaksi Hulu, dan Laba Belum Direalisasi
PT Garuda memiliki 35% saham PT Harapan dan menggunakan metode ekuitas.
Selama 2026:
• PT Garuda menjual persediaan kepada PT Harapan dengan harga Rp4.000 juta.
• Harga pokok persediaan tersebut bagi PT Garuda adalah Rp3.000 juta.
• Sampai akhir tahun, 40% persediaan tersebut belum dijual kepada pihak eksternal.
• PT Harapan melaporkan laba bersih Rp7.500 juta.
• PT Harapan membayar dividen Rp1.500 juta.
Diminta:
1. Hitung bagian laba PT Garuda sebelum eliminasi laba belum direalisasi.
2. Hitung laba belum direalisasi dari transaksi hulu.
3. Tentukan bagian laba yang harus disesuaikan.
4. Hitung nilai tercatat investasi pada akhir tahun jika saldo awal investasi Rp15.000 juta.
5. Buat jurnal metode ekuitas yang tepat.
6. Jelaskan alasan ekonomis dilakukannya eliminasi laba belum direalisasi.
SOAL 5 — Investasi Saham dengan Transaksi Hilir dan Kerugian Penurunan Nilai
PT Intan memiliki 30% saham PT Jaya. Pada awal tahun, nilai tercatat investasi adalah Rp12.000 juta.
PT Intan menjual aset tetap kepada PT Jaya dengan harga Rp5.000 juta. Nilai buku aset tersebut pada PT Intan adalah Rp3.500 juta. Sisa umur ekonomis aset pada saat transaksi adalah 5 tahun.
PT Jaya melaporkan laba bersih Rp6.000 juta pada tahun 2026.
Pada akhir tahun, terdapat indikasi bahwa investasi mengalami penurunan nilai. Jumlah terpulihkan investasi diperkirakan sebesar Rp10.200 juta.
Diminta:
1. Hitung laba transaksi antarperusahaan yang belum direalisasi.
2. Hitung penyesuaian depresiasi akibat transaksi tersebut.
3. Hitung bagian laba PT Intan dari PT Jaya.
4. Tentukan nilai tercatat investasi sebelum impairment.
5. Hitung rugi penurunan nilai investasi.
6. Susun jurnal secara lengkap.
7. Analisis pengaruh transaksi terhadap laba bersih dan total aset PT Intan.
SOAL 6 — Investasi Saham dengan Tiga Jenis Klasifikasi
PT Kencana memiliki tiga investasi saham berikut pada 31 Desember 2026:
Investasi | Kepemilikan | Tujuan | Harga Perolehan | Nilai Wajar
PT Lestari | 8% | Investasi jangka panjang | Rp4.000 jt | Rp4.800 jt
PT Mandiri | 25% | Memiliki pengaruh signifikan | Rp7.000 jt | Rp8.500 jt
PT Nusantara | 70% | Memperoleh pengendalian | Rp20.000 jt | Rp27.000 jt
Informasi tambahan:
• PT Lestari membayar dividen Rp300 juta.
• PT Mandiri memperoleh laba bersih Rp2.000 juta dan membayar dividen Rp500 juta.
• Nilai wajar aset neto PT Nusantara pada tanggal akuisisi adalah Rp32.000 juta.
• PT Nusantara memiliki liabilitas Rp12.000 juta yang belum tercermin secara tepat dalam perhitungan awal.
• Terdapat aset tetap dengan nilai wajar Rp4.000 juta lebih tinggi daripada nilai bukunya.
Diminta:
1. Tentukan metode akuntansi yang tepat untuk setiap investasi.
2. Jelaskan dasar penentuan metode tersebut.
3. Hitung perubahan nilai investasi yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan komprehensif lain sesuai klasifikasi yang relevan.
4. Hitung goodwill PT Nusantara.
5. Jelaskan perbedaan antara nilai wajar, nilai tercatat, dan bagian investor atas aset neto investee.
6. Analisis mengapa persentase kepemilikan saja tidak selalu cukup untuk menentukan perlakuan akuntansi.
SOAL 7 — Investasi Saham dengan Kepemilikan Tidak Langsung
PT Omega memiliki 60% saham PT Prima. PT Prima kemudian memiliki 40% saham PT QRS. PT Omega juga secara langsung memiliki 15% saham PT QRS.
PT QRS memperoleh laba bersih Rp10.000 juta pada tahun 2026 dan membagikan dividen Rp2.000 juta.
Diminta:
1. Hitung kepemilikan ekonomis PT Omega atas PT QRS.
2. Tentukan apakah PT Omega memiliki pengaruh signifikan atau pengendalian terhadap PT QRS.
3. Jelaskan perbedaan antara kepemilikan langsung dan tidak langsung.
4. Tentukan bagaimana investasi PT Omega pada PT QRS diperlakukan dalam laporan keuangan konsolidasian.
5. Hitung bagian laba PT Omega atas PT QRS berdasarkan struktur kepemilikan tersebut.
6. Jelaskan potensi kesalahan jika mahasiswa hanya menggunakan persentase kepemilikan langsung sebesar 15%.
SOAL 8 — Kasus Integratif Investasi Saham pada Entitas Lain
PT Rajawali melakukan beberapa transaksi investasi selama 2026:
1 Januari 2026
Membeli 10% saham PT Sinar seharga Rp5.000 juta. Saham dikategorikan sebagai investasi yang diukur pada nilai wajar.
1 April 2026
Membeli tambahan 15% saham PT Sinar seharga Rp8.500 juta. Sejak tanggal tersebut PT Rajawali memiliki pengaruh signifikan.
1 Oktober 2026
Membeli tambahan 30% saham PT Sinar seharga Rp18.000 juta sehingga kepemilikan menjadi 55%.
Pada 1 Oktober 2026:
• Nilai wajar investasi 25% yang telah dimiliki = Rp14.000 juta.
• Nilai wajar aset neto PT Sinar = Rp38.000 juta.
• Nilai buku aset neto PT Sinar = Rp32.000 juta.
• Selisih nilai wajar terutama berasal dari mesin dengan sisa umur ekonomis 6 tahun.
• PT Sinar memperoleh laba Rp9.000 juta selama 2026, dengan laba diperoleh secara merata sepanjang tahun.
• Dividen yang dibagikan selama 2026 sebesar Rp2.000 juta.
Selain itu, pada 1 November 2026 PT Rajawali menjual 10% saham PT Sinar kepada pihak eksternal dengan harga Rp7.500 juta.
Diminta:
1. Tentukan perlakuan akuntansi investasi pada setiap tanggal transaksi.
2. Hitung keuntungan/kerugian perubahan nilai wajar sebelum diperoleh pengaruh signifikan.
3. Hitung bagian laba PT Rajawali selama periode menggunakan metode ekuitas.
4. Hitung nilai wajar kepemilikan sebelumnya ketika pengendalian diperoleh.
5. Hitung goodwill atau bargain purchase.
6. Hitung keuntungan/kerugian pelepasan sebagian kepemilikan pada 1 November 2026.
7. Tentukan apakah setelah penjualan tersebut PT Rajawali masih memiliki pengendalian.
8. Buat jurnal lengkap sejak 1 Januari sampai 31 Desember 2026.
9. Jelaskan dampaknya terhadap laba rugi, penghasilan komprehensif lain, aset, liabilitas, ekuitas, dan kepentingan nonpengendali.
10. Buat kesimpulan mengenai metode pencatatan investasi yang paling tepat pada setiap tahap beserta alasan konseptualnya.